MUHAMMAD RIZKI HIDAYATULLAH UJOK MIMIN Blogger Widgets LUBUKLINGGAU BISA.........!!!!!!!!

Blog Archive

Wednesday, September 23, 2015



Asal Usul Kota Lubuklinggau
Pada zaman Kerajaan di Lubuklinggau banyak para pendekar yang sakti dan siapa yang paling kuat maka dialah yang berkuasa. Ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang bijaksana dan adil. Ia memiliki dua orang anak, yaitu anak laki-laki bernama Linggau dan anak perempuan bernama Dayang Torek. Linggau mempunyai kesaktian yang hebat. Karena dia belum menikah maka dia dujuluki bujang tua. Adiknya Dayang Torek adalah seorang gadis yang sangat cantik. Karena kecantikannya banyak raja-raja dari negeri seberang yang jatuh cinta kepadanya.

Pada saat itu, kecantikan Dayang Torek terdengar oleh pendekar yang sangat sakti yaitu Si Pahit Lidah. Ia memiliki kesaktian yaitu sumpahnya yang pahit dari lidahnya, jika dia tidak suka dengan seseorang maka di sumpahnya menjadi batu. Untuk menghindari Si Pahit Lidah, Linggau pun menyembunyikan adiknya di bawah dasar sungai dengan menancapkan taring giginya ke dasar sungai hingga dalam. Disitulah Dayang Torek bersembunyi dan tak satu orang pun tahu Lubuk(dasar sungai yang dalam) itu merupakan tempat persembunyian Dayang Torek. Dari banyaknya lubuk di sungai Lubuklinggau, itulah lubuk yang memiliki keanehan. Sampai sekarang lubuk itu ditakuti karena sangat dalam dan setiap tahunnya memakan korban.

Karena yang membuat lubuk tersebut adalah Linggau, maka lubuk tersebut dinamakan Lubuklinggau. Lubuk itu berada di bawah jembatan Dusun Linggau di Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Lubuk tersebut kecil, tapi airnya sangat tenang tanpa adanya batu. Maka sejak peristiwa dulu, hingga sekarang dikenal dengan dusun Linggau dan sampai sekarang menjadi Kota Lubuklinggau.
 
Objek  wisata lubuklinggau dan sejarah nya (BUKIT SULAP)

Bukan sulap bukan sihir, Bukit Sulap di Lubuklinggau, Sumsel ini hilang saat pagi hari. Bukitnya pun kembali terlihat saat siang hari saat matahari sedang cerah-cerahnya. Begini ceritanya, kalau Anda penasaran!

Kota Lubuklinggau di Musi Rawas punya beberapa objek wisata menarik. Salah satunya adalah Bukit Sulap yang berada sekitar 2,1 km dari pusat kotanya. Dari namanya saja, mungkin Anda bakal bertanya-tanya.

Bukit Sulap punya pemandangan cantik. Bukitnya hijau dan Anda bisa melihat Kota Lubuklinggau dari atas puncaknya, yang terlebih dulu harus trekking sekitar satu jam. Namun, ada hal yang lebih unik dari bukit setinggi 700 mdpl ini!

"Ceritanya, dulu bukit ini tidak kelihatan pada pagi hari," kata Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Lubuklinggau, Yana Pardiana kepada detikTravel di Kawasan Wisata Bukit Sulap, Lubuklinggau, Selasa (19/11/2013).
Yana menambahkan, Bukit Sulap tak terlihat pada pagi hari akibat kabut yang menutupinya. Inilah keunikan bukitnya yang akhirnya dinamakan oleh masyarakat sekitar sebagai Bukit Sulap.

"Bahkan sampai sekarang Bukit Sulap ini masih tidak terlihat pada pagi hari. Pukul 07.00 pagi saja tidak kelihatan, nanti siang hari baru mulai kelihatan," papar Yana.

Untuk mencapai Bukit Sulap sendiri tidaklah sulit. Wisatawan bisa menggunakan mobil atau kendaraan roda dua untuk tiba di sana. Bukitnya terlihat hijau dan menyegarkan pandangan.

Pagi ini, detikTravel pun memulai perjalanan menuju Sekayu, Musi Banyuasin dari Lubuklinggau bersama rombongan Musi Triboatton 2013 sekitar pukul 06.30 WIB. Jalanan pagi hari di Lubuklinggau memang terlihat tertutup kabut dan udaranya pun dingin. Sejauh mata memandang, seluruh kawasan kota ini sepertinya ditutupi oleh kabut.

Objek wisata lubuklinggau dan sejarah nya (AIR TERJUN TEMAM)
Kawasan objek wisata ini terletak di Kelurahan Air Temam Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ± 9 km ke arah selatan dari pusatKota Lubuklinggau, hanya membutuhkan waktu ± 20 menit untuk mencapai objek wisata tersebut dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau 4. Objek Wisata Air Terjun Mesat, merupakan air terjun yang bersumber dari Air Sungai Mesat. Air Terjun ini menjadi objek wisata yang cukup menarik, air sungai ini juga digunakan oleh penduduk sekitar untuk mandi dan mencuci. Ketinggian air terjunnya ± 7 m terletak di jalan poros penghubung antara Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma. Di atas air terjun ini terdapat sebuah jembatan untuk menuju Kantor Lurah Air Temam dan Kantor Lurah Rahma. Dari atas jembatan penghubung antara Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma tersebut pengunjung dapat menikmati pemandangan Air Terjun Mesat dan alam sekitarnya. Air terjun ini akan menjadi lebih menarik bila musim hujan turun karena air sungai menjadi besar dari biasanya dan akan memberikan keindahan tersendiri. Lokasi Air terjun Mesat ini tidak jauh dari kawasan perkampungan penduduk dan perkebunan karet. Untuk mencapai objek wisata ini ada dua jalan arternatif yang dapat ditempuh yaitu melalui Kelurahan Air Temam atau Kelurahan Rahma, jalannya cukup baik, sepi dan tenang jauh dari hiruk piruk dan kebisingan kendaraan bermotor serta aktivitas masyarakat. Disisi kiri dan kanan objek wisata wisata ini terdapat kebun dan perkebunan karet masyarakat. Lingkungan objek wisata ini masih alami jauh dari polusi, sehingga dapat memberikan kesegaran dan kesejukan kepada para wisatawan.

Objek wisata lubuklinggau dan sejarah nya (WATERVANG)
adalah nama bendungan di salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Kota Lubuklinggau. Kota yang masuk kategori kota sedang ini terletak di orbitasi paling pinggir Sumatera Selatan, berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu. Jarak tempuh dari pusat pemerintahan provinsi di Kota Palembang, lebih kurang 365 kilometer atau dapat ditempuh sekitar 5 jam perjalanan darat. Lebih jauh dari Kota Bengkulu yang hanya 3 jam perjalanan.

Watervang didirikan pada zaman penjajahan Jepang, di tahun 1942. Bendungan ini didirikan untuk mengatur debit air Sungai Kelingi, sungai yang membelah Kota Lubuklinggau yang pada zaman dahulu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Bendungan Watervang menjadi "ulu-ulu" irigasi primer yang mengairi ribuan hektar sawah dan kolam ikan milik ribuan keluarga petani. Bayangkan, sudah generasi ketiga yang menikmati berkah Bendungan Watervang.

Bahkan pada musim kemarau, walaupun debit air Sungai Kelingi berkurang, Watervang tetap mampu memberikan suplai air ke petak-petak sawah dan kolam ikan air tawar milik petani. Ratusan ton padi dan ikan tetap dapat kontinyu dihasilkan, sehingga menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Sumatera Selatan. Namun siapa yang peduli dengan Watervang itu sendiri....?

Bendungan tua di kota yang terkenal dengan alpukat, gula merah, batu giling dan ikan air derasnya ini, hanya menjadi simbol pariwisata. Benar-benar simbol, karena belum serius dijadikan objek wisata. Padahal, cerita dari zaman kakek-nenek kita yang pernah singgah atau menetap di Kota Lubuklinggau, Watervang menjadi saksi sebuah kenangan indah ketika bersantai menikmati gemuruh air bendungan dengan latar belakang sawah dan Bukit Sulap yang nampak di kejauhan.

Karakter orang Indonesia memang belum seperti orang Eropa, yang menjadikan bangunan tua bernilai histori dan tourism. Atau karakter orang Sumatera yang belum sampai seperti orang Jawa atau Bali yang mampu membuat bangunan tua lebih dihargai, apalagi sudah jelas-jelas memberikan multimanfaat, seperti Watervang.
 
 
1). JANGAN HARAK
.Cipt. M. Azman Bainuri
Ai bege nia laman wang hikak
Lagi betiang ngan kayu ulen
Ai bege nia aman wang hikak
Musim kawo haban bulan duduk pengan

Reff:                           
Bearak betabuh semalaman
Beorkes bejoget sebujangan
Pesanku jengan nia nga lupe
Jengan hapai pai habulan bemara
Bearak betabuh semalaman
Beorkes bejoget sebujangan
Pesanku jengan nia nga lupe
Jengan hapai pai habulan laju harak
Berape jeuh la kayu ara
Ade haliku lubuk tanjung
La jeuh ige judu di arak
Rasan tue dak ditulak onga
Yang nanggung

2). BUMI SILAMPARI
Bumi Silampari (2x)
Bumi yang cinde
Tanah Musirawas (2x)
Yang  aku cinte
Reff :
Oh Bumi
Silampari yang kucinte
Hawenye sejuk dan nyaman
Keliling bukit sulap e
Watervang danau rayenye
Tempatlah bujang dan dehe
Memadu cinte
Ayo hagalea (2x)
Kite besame
Ayo milu ningok (2x)
Kecindean e.....

Back to Reff

3). MANGUN DUSUN

Oe kawan-kawan bepekerlah kite
Adat busek-busek..busek lah bae
Nak nurut Dunie la gile
Laju makan sumpah uwong tue

Mondar mandir kilo kulu
Ugek ulat ujan kena panas
Budi base haram kalu tau
Asal ati mude terase la puas

Oe kawan-kawan berpekerlah kite
Ambek lah sikap sebelum terlambat
Dari pade kite élan dak keruan
Baeklah kite hame-hame mangon doson

No comments:

Post a Comment