Wednesday, September 23, 2015
Asal Usul Kota Lubuklinggau
Pada zaman Kerajaan di Lubuklinggau
banyak para pendekar yang sakti dan siapa yang paling kuat maka dialah yang
berkuasa. Ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang bijaksana dan adil.
Ia memiliki dua orang anak, yaitu anak laki-laki bernama Linggau dan anak
perempuan bernama Dayang Torek. Linggau mempunyai kesaktian yang hebat. Karena
dia belum menikah maka dia dujuluki bujang tua. Adiknya Dayang Torek adalah
seorang gadis yang sangat cantik. Karena kecantikannya banyak raja-raja dari
negeri seberang yang jatuh cinta kepadanya.
Pada saat itu, kecantikan Dayang Torek terdengar oleh pendekar yang sangat sakti yaitu Si Pahit Lidah. Ia memiliki kesaktian yaitu sumpahnya yang pahit dari lidahnya, jika dia tidak suka dengan seseorang maka di sumpahnya menjadi batu. Untuk menghindari Si Pahit Lidah, Linggau pun menyembunyikan adiknya di bawah dasar sungai dengan menancapkan taring giginya ke dasar sungai hingga dalam. Disitulah Dayang Torek bersembunyi dan tak satu orang pun tahu Lubuk(dasar sungai yang dalam) itu merupakan tempat persembunyian Dayang Torek. Dari banyaknya lubuk di sungai Lubuklinggau, itulah lubuk yang memiliki keanehan. Sampai sekarang lubuk itu ditakuti karena sangat dalam dan setiap tahunnya memakan korban.
Karena yang membuat lubuk tersebut adalah Linggau, maka lubuk tersebut dinamakan Lubuklinggau. Lubuk itu berada di bawah jembatan Dusun Linggau di Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Lubuk tersebut kecil, tapi airnya sangat tenang tanpa adanya batu. Maka sejak peristiwa dulu, hingga sekarang dikenal dengan dusun Linggau dan sampai sekarang menjadi Kota Lubuklinggau.
Pada saat itu, kecantikan Dayang Torek terdengar oleh pendekar yang sangat sakti yaitu Si Pahit Lidah. Ia memiliki kesaktian yaitu sumpahnya yang pahit dari lidahnya, jika dia tidak suka dengan seseorang maka di sumpahnya menjadi batu. Untuk menghindari Si Pahit Lidah, Linggau pun menyembunyikan adiknya di bawah dasar sungai dengan menancapkan taring giginya ke dasar sungai hingga dalam. Disitulah Dayang Torek bersembunyi dan tak satu orang pun tahu Lubuk(dasar sungai yang dalam) itu merupakan tempat persembunyian Dayang Torek. Dari banyaknya lubuk di sungai Lubuklinggau, itulah lubuk yang memiliki keanehan. Sampai sekarang lubuk itu ditakuti karena sangat dalam dan setiap tahunnya memakan korban.
Karena yang membuat lubuk tersebut adalah Linggau, maka lubuk tersebut dinamakan Lubuklinggau. Lubuk itu berada di bawah jembatan Dusun Linggau di Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Lubuk tersebut kecil, tapi airnya sangat tenang tanpa adanya batu. Maka sejak peristiwa dulu, hingga sekarang dikenal dengan dusun Linggau dan sampai sekarang menjadi Kota Lubuklinggau.
Objek wisata lubuklinggau dan sejarah nya (BUKIT
SULAP)
Bukan
sulap bukan sihir, Bukit Sulap di Lubuklinggau, Sumsel ini hilang saat pagi
hari. Bukitnya pun kembali terlihat saat siang hari saat matahari sedang
cerah-cerahnya. Begini ceritanya, kalau Anda penasaran!
Kota Lubuklinggau di Musi Rawas punya beberapa objek wisata menarik. Salah satunya adalah Bukit Sulap yang berada sekitar 2,1 km dari pusat kotanya. Dari namanya saja, mungkin Anda bakal bertanya-tanya.
Bukit Sulap punya pemandangan cantik. Bukitnya hijau dan Anda bisa melihat Kota Lubuklinggau dari atas puncaknya, yang terlebih dulu harus trekking sekitar satu jam. Namun, ada hal yang lebih unik dari bukit setinggi 700 mdpl ini!
"Ceritanya, dulu bukit ini tidak kelihatan pada pagi hari," kata Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Lubuklinggau, Yana Pardiana kepada detikTravel di Kawasan Wisata Bukit Sulap, Lubuklinggau, Selasa (19/11/2013).
Yana menambahkan, Bukit Sulap tak terlihat pada pagi hari akibat kabut yang menutupinya. Inilah keunikan bukitnya yang akhirnya dinamakan oleh masyarakat sekitar sebagai Bukit Sulap.
"Bahkan sampai sekarang Bukit Sulap ini masih tidak terlihat pada pagi hari. Pukul 07.00 pagi saja tidak kelihatan, nanti siang hari baru mulai kelihatan," papar Yana.
Untuk mencapai Bukit Sulap sendiri tidaklah sulit. Wisatawan bisa menggunakan mobil atau kendaraan roda dua untuk tiba di sana. Bukitnya terlihat hijau dan menyegarkan pandangan.
Pagi ini, detikTravel pun memulai perjalanan menuju Sekayu, Musi Banyuasin dari Lubuklinggau bersama rombongan Musi Triboatton 2013 sekitar pukul 06.30 WIB. Jalanan pagi hari di Lubuklinggau memang terlihat tertutup kabut dan udaranya pun dingin. Sejauh mata memandang, seluruh kawasan kota ini sepertinya ditutupi oleh kabut.
Kota Lubuklinggau di Musi Rawas punya beberapa objek wisata menarik. Salah satunya adalah Bukit Sulap yang berada sekitar 2,1 km dari pusat kotanya. Dari namanya saja, mungkin Anda bakal bertanya-tanya.
Bukit Sulap punya pemandangan cantik. Bukitnya hijau dan Anda bisa melihat Kota Lubuklinggau dari atas puncaknya, yang terlebih dulu harus trekking sekitar satu jam. Namun, ada hal yang lebih unik dari bukit setinggi 700 mdpl ini!
"Ceritanya, dulu bukit ini tidak kelihatan pada pagi hari," kata Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Lubuklinggau, Yana Pardiana kepada detikTravel di Kawasan Wisata Bukit Sulap, Lubuklinggau, Selasa (19/11/2013).
Yana menambahkan, Bukit Sulap tak terlihat pada pagi hari akibat kabut yang menutupinya. Inilah keunikan bukitnya yang akhirnya dinamakan oleh masyarakat sekitar sebagai Bukit Sulap.
"Bahkan sampai sekarang Bukit Sulap ini masih tidak terlihat pada pagi hari. Pukul 07.00 pagi saja tidak kelihatan, nanti siang hari baru mulai kelihatan," papar Yana.
Untuk mencapai Bukit Sulap sendiri tidaklah sulit. Wisatawan bisa menggunakan mobil atau kendaraan roda dua untuk tiba di sana. Bukitnya terlihat hijau dan menyegarkan pandangan.
Pagi ini, detikTravel pun memulai perjalanan menuju Sekayu, Musi Banyuasin dari Lubuklinggau bersama rombongan Musi Triboatton 2013 sekitar pukul 06.30 WIB. Jalanan pagi hari di Lubuklinggau memang terlihat tertutup kabut dan udaranya pun dingin. Sejauh mata memandang, seluruh kawasan kota ini sepertinya ditutupi oleh kabut.
Kawasan
objek wisata ini terletak di Kelurahan Air Temam Kecamatan Lubuklinggau Selatan
I ± 9 km ke arah selatan dari pusatKota Lubuklinggau, hanya membutuhkan waktu ±
20 menit untuk mencapai objek wisata tersebut dengan menggunakan kendaraan roda
2 atau 4. Objek Wisata Air Terjun Mesat, merupakan air terjun yang bersumber
dari Air Sungai Mesat. Air Terjun ini menjadi objek wisata yang cukup menarik,
air sungai ini juga digunakan oleh penduduk sekitar untuk mandi dan mencuci.
Ketinggian air terjunnya ± 7 m terletak di jalan poros penghubung antara
Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma. Di atas air terjun ini terdapat sebuah
jembatan untuk menuju Kantor Lurah Air Temam dan Kantor Lurah Rahma. Dari atas
jembatan penghubung antara Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma tersebut
pengunjung dapat menikmati pemandangan Air Terjun Mesat dan alam sekitarnya.
Air terjun ini akan menjadi lebih menarik bila musim hujan turun karena air
sungai menjadi besar dari biasanya dan akan memberikan keindahan tersendiri. Lokasi
Air terjun Mesat ini tidak jauh dari kawasan perkampungan penduduk dan
perkebunan karet. Untuk mencapai objek wisata ini ada dua jalan arternatif yang
dapat ditempuh yaitu melalui Kelurahan Air Temam atau Kelurahan Rahma, jalannya
cukup baik, sepi dan tenang jauh dari hiruk piruk dan kebisingan kendaraan
bermotor serta aktivitas masyarakat. Disisi kiri dan kanan objek wisata wisata
ini terdapat kebun dan perkebunan karet masyarakat. Lingkungan objek wisata ini
masih alami jauh dari polusi, sehingga dapat memberikan kesegaran dan kesejukan
kepada para wisatawan.
Objek
wisata lubuklinggau dan sejarah nya (WATERVANG)
adalah nama bendungan di salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan,
tepatnya di Kota Lubuklinggau. Kota yang masuk kategori kota sedang ini
terletak di orbitasi paling pinggir Sumatera Selatan, berbatasan langsung
dengan Provinsi Bengkulu. Jarak tempuh dari pusat pemerintahan provinsi di Kota
Palembang, lebih kurang 365 kilometer atau dapat ditempuh sekitar 5 jam
perjalanan darat. Lebih jauh dari Kota Bengkulu yang hanya 3 jam perjalanan.
Watervang didirikan pada zaman penjajahan Jepang, di tahun 1942. Bendungan ini didirikan untuk mengatur debit air Sungai Kelingi, sungai yang membelah Kota Lubuklinggau yang pada zaman dahulu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Bendungan Watervang menjadi "ulu-ulu" irigasi primer yang mengairi ribuan hektar sawah dan kolam ikan milik ribuan keluarga petani. Bayangkan, sudah generasi ketiga yang menikmati berkah Bendungan Watervang.
Bahkan pada musim kemarau, walaupun debit air Sungai Kelingi berkurang, Watervang tetap mampu memberikan suplai air ke petak-petak sawah dan kolam ikan air tawar milik petani. Ratusan ton padi dan ikan tetap dapat kontinyu dihasilkan, sehingga menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Sumatera Selatan. Namun siapa yang peduli dengan Watervang itu sendiri....?
Bendungan tua di kota yang terkenal dengan alpukat, gula merah, batu giling dan ikan air derasnya ini, hanya menjadi simbol pariwisata. Benar-benar simbol, karena belum serius dijadikan objek wisata. Padahal, cerita dari zaman kakek-nenek kita yang pernah singgah atau menetap di Kota Lubuklinggau, Watervang menjadi saksi sebuah kenangan indah ketika bersantai menikmati gemuruh air bendungan dengan latar belakang sawah dan Bukit Sulap yang nampak di kejauhan.
Karakter orang Indonesia memang belum seperti orang Eropa, yang menjadikan bangunan tua bernilai histori dan tourism. Atau karakter orang Sumatera yang belum sampai seperti orang Jawa atau Bali yang mampu membuat bangunan tua lebih dihargai, apalagi sudah jelas-jelas memberikan multimanfaat, seperti Watervang.
Watervang didirikan pada zaman penjajahan Jepang, di tahun 1942. Bendungan ini didirikan untuk mengatur debit air Sungai Kelingi, sungai yang membelah Kota Lubuklinggau yang pada zaman dahulu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Bendungan Watervang menjadi "ulu-ulu" irigasi primer yang mengairi ribuan hektar sawah dan kolam ikan milik ribuan keluarga petani. Bayangkan, sudah generasi ketiga yang menikmati berkah Bendungan Watervang.
Bahkan pada musim kemarau, walaupun debit air Sungai Kelingi berkurang, Watervang tetap mampu memberikan suplai air ke petak-petak sawah dan kolam ikan air tawar milik petani. Ratusan ton padi dan ikan tetap dapat kontinyu dihasilkan, sehingga menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Sumatera Selatan. Namun siapa yang peduli dengan Watervang itu sendiri....?
Bendungan tua di kota yang terkenal dengan alpukat, gula merah, batu giling dan ikan air derasnya ini, hanya menjadi simbol pariwisata. Benar-benar simbol, karena belum serius dijadikan objek wisata. Padahal, cerita dari zaman kakek-nenek kita yang pernah singgah atau menetap di Kota Lubuklinggau, Watervang menjadi saksi sebuah kenangan indah ketika bersantai menikmati gemuruh air bendungan dengan latar belakang sawah dan Bukit Sulap yang nampak di kejauhan.
Karakter orang Indonesia memang belum seperti orang Eropa, yang menjadikan bangunan tua bernilai histori dan tourism. Atau karakter orang Sumatera yang belum sampai seperti orang Jawa atau Bali yang mampu membuat bangunan tua lebih dihargai, apalagi sudah jelas-jelas memberikan multimanfaat, seperti Watervang.
1). JANGAN HARAK
.Cipt.
M. Azman Bainuri
Ai
bege nia laman wang hikak
Lagi
betiang ngan kayu ulen
Ai
bege nia aman wang hikak
Musim
kawo haban bulan duduk pengan
Bearak
betabuh semalaman
Beorkes
bejoget sebujangan
Pesanku
jengan nia nga lupe
Jengan
hapai pai habulan bemara
Bearak
betabuh semalaman
Beorkes
bejoget sebujangan
Pesanku
jengan nia nga lupe
Jengan
hapai pai habulan laju harak
Berape
jeuh la kayu ara
Ade
haliku lubuk tanjung
La
jeuh ige judu di arak
Rasan
tue dak ditulak onga
Yang
nanggung
2). BUMI SILAMPARI
Bumi Silampari (2x)
Bumi yang cinde
Tanah Musirawas (2x)
Yang aku cinte
Reff :
Oh Bumi
Silampari yang kucinte
Hawenye sejuk dan nyaman
Keliling bukit sulap e
Watervang danau rayenye
Tempatlah bujang dan dehe
Memadu cinte
Ayo hagalea (2x)
Kite besame
Ayo milu ningok (2x)
Kecindean e.....
Back to Reff
3). MANGUN DUSUN
Oe
kawan-kawan bepekerlah kite
Adat busek-busek..busek lah bae
Nak nurut Dunie la gile
Laju makan sumpah uwong tue
Mondar mandir kilo kulu
Ugek ulat ujan kena panas
Budi base haram kalu tau
Asal ati mude terase la puas
Oe kawan-kawan berpekerlah kite
Ambek lah sikap sebelum terlambat
Dari pade kite élan dak keruan
Baeklah kite hame-hame mangon doson
Adat busek-busek..busek lah bae
Nak nurut Dunie la gile
Laju makan sumpah uwong tue
Mondar mandir kilo kulu
Ugek ulat ujan kena panas
Budi base haram kalu tau
Asal ati mude terase la puas
Oe kawan-kawan berpekerlah kite
Ambek lah sikap sebelum terlambat
Dari pade kite élan dak keruan
Baeklah kite hame-hame mangon doson
Alat Ukur dan Kerjanya
Macam-Macam Alat Ukur
Macam-macam Alat Ukur dan Cara Kerjanya
Alat Ukur Massa
1. Nama : Neraca
Cara Kerja : Bacalah Skala yang ditunjukkan oleh anting (pemberat)
pada masing-masing lengan neraca. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan
:
Hasil = Pembacaan skala pada lengan
tengah + Pembacaan skala pada lengan Belakang + Pembacaan skala pada lengan
depan.
2. Nama : Neraca Elektronik
Cara kerja : benda yang akan di ukur
massanya di letakkan di atas timbangan dan nilainya langsung dibaca pada
tampilan digital.
Alat Ukur Waktu
3. Nama : stopwatch
Cara Kerja: Tombol Start, Stop dan reset yang dipergunakan untuk
memulai, menghentikan maupun mengulang pengukuran
waktu.
Skala dalam detik, skala ini
disusun melingkar dibagian pinggir dengan jarak antar skala 0,2 detik.
Jarum panjang, yang berfungsi
sebagai penunjuk hasil pengukuran dalam detik.
Skala dalam menit, skala ini
disusun melingkar dengan jarak antar skala 1 menit.
Jarum pendek, yang berfungsi sebagai
penunjuk waktu dalam menit.
4. Nama : Jam Atom
Cara kerja :Maser untuk
referensi frekwensi menggunakan ruang chamber berbinar berisi gas terionisasi,
pada umumnya caesium, karena caesium adalah elemen yang digunakan di dalam
definisi resmi detik internasional.
Alat ukur panjang
5. Nama: Mikrometer Sekrup
Cara kerja: Putar bidal (pemutar besar) berlawanan arah jarum jam
sehingga ruang antara rahang tetap dengan rahang geser cukup untuk menempatkan
benda yang akan diukur.
Letakkan benda yang akan
diukur diantara rahang tetap dan rahang geser.
Kemudian putar bidal (pemutar
besar) searah jarum jam sehingga benda yang diukur terjepit oleh rahang tetap
dan rahang geser.
Putar pemutar kecil (roda
bergerigi) searah jarum jam sehingga skala nonius pada pemutar besar tidak
bergeser lagi.
Baca hasil pengukuan yang
diperoleh.
Untuk membaca hasil pengukuran
menggunakan mikrometer skrup dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut
:Tentukan nilai skala utama yang terdekat dengan selubung silinder (bidal) dari
rahang geser (atau skala utama yang berada tepat didepan/berimpit dengan
selubung silinder luar rahang geser)Tentukan nilai skala nonius yang yang
berimpit dengan garis mendatar pada skala utama
Hasil pengukuran dinyatakan dengan
persamaan :Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil
mikrometer sekrup= Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01 mm)
6. Nama : Jangka Sorong
Cara kerja : pengukuran dilakukan dengan menggeser-geser
rahang sorong. Setelah memperoleh posisi yang sesuai, kemuadian amati angka
pada skala utama yang berdeketan dengan angka nol pada skala nonius.
Kemudian perhatikan garis pada skala nonius yang berimpit dengan salah satu
garis pada skala utama.
7. Nama : Mistar
Cara kerja : dalam membaca skala pada mistar,mata harus
tegak lurus dengan skala yang akan di baca.
Alat Ukur Luas
8. Nama : Planimeter
Cara Kerja : alat ini bekerja pada daerah/peta yang
berbentuk area atau poligon tertutup. Perhitungan luas di mulai dengan
menentukan titik awal, kemudian menggerakkan alat tersebut searah pada dengan
jarum pada batas poligon sampai kembali ke titik awal, dan setelah itu
dilakukan pembacaan.
Alat ukur suhu
9. Nama : termometer
Cara kerja
: Termometer
bekerja berdasarkan perubahan kuantitas fisik, ketika temperaturnya berubah.
Jadi bisa berdasarkan pemuaian (termometer air raksa), perubahan resistivitas, perubahan kuantitas listrik (termokpel), radiasi bahan ( termometer temperatur tinggi),
Jadi bisa berdasarkan pemuaian (termometer air raksa), perubahan resistivitas, perubahan kuantitas listrik (termokpel), radiasi bahan ( termometer temperatur tinggi),
10. Nama : Termometer maksimum minimum
Cara Kerja : Termometer ini memiliki dua skala yaitu
skala maksimum pada pipa kanan dan skala minimum paa pipa kiri. Suhu akan di
baca sesuai dengan ketinggian setiap kolom raksa. Pada setiap permukaan raksa
terdapat penunjuk baja kecil yang dilengkapi dengan pegas ringan sebagai
penahan.
Alat ukur kecepatan
11. Nama : Speedometer
Cara kerja : perangkat
pengukur kecepatan yang dihubungkan langsung dengan roda depan ataupun transmisi dengan menggunakan suatu kabel yang ikut berputar saat kendaraan
bergerak, gerakan berputar ini kemudian diubah untuk menggerakkan jaruk
kecepatan.
Alat ukur kelembaban
12. Nama : Hygrometer
Cara
Kerja : alat
ini ditempatkan di dalam bekas (container) penyimpanan barang yang memerlukan
tahap kelembapan yang terjaga seperti dry box penyimpanan kamera.
Kelembaban yang rendah akan mencegah pertumbuhan jamur yang menjadi musuh pada
peralatan tersebut.
Alat ukur tekanan udara
13. Nama : barometer
Cara
Kerja : Barometer
umum digunakan dalam peramalan cuaca, dimana
tekanan udara yang tinggi
menandakan
cuaca yang "bersahabat", sedangkan tekanan udara rendah menandakan
kemungkinan badai
Alat Ukur Cahaya
14. Nama : Photometer
Cara Kerja : mendeteksi cahaya dengan photoresisto,
photodiodes, atau photomultipliers. Untuk menganalisis cahaya, photometer dapat
mengukur cahaya setelah melewati penyaring atau melalui monokromator di
tetapkan untuk penentuan.
Alat Ukur Kepadatan
15. Nama : Pycnometer
Cara Kerja : gunakan Pycnometer bersih, kering, dan
timbangan bobotnya (W). Masukkan sampek cairan ke dalam pycnometer. Atur suhu
pycnometer yang telah di isi samel hingga 17⁰C-19⁰C. Tutup perlahan agar tidak
terjadi gelembung. Buang kelebihan zat ujii melalui bagian sisi tabung dan
bersihkan bagian permulaannya. Lalu timbangan, lakukan pengukuran yang sama
terhadap air. (W2)
Nama
kelompok:
1.
Eka Susanti 41.11.122
2.
Weni Efrica 41.11.011
3.
Lidia Kusumawati 41.11.092
4.
Elsa Apriana 41.11.078
5.
Andre 41.11.
Soal Biologi Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (X) huruf a,b,c,atau e, pda jawaban yang paling
tepat!
- perhatiakan hierarki organisasi mahluk hidup
berikut!
1.komunitas 4.ekosistem
2.induvidu 5.bioma
3.populasi
Urutkan
hirarki organisasi makhluk hidup dari
tingakat paling rendah ketingkat
yang paling tinggi adalah…..
A. 2-1-3-5-4
B. 2-3-1-4-5
C. 2-3-5-4-1
D. 2-4-3-5-1
E. 3-2-1-4-5
2. Makanan
kelang yang telah rusak tidak boleh dikomunikasikarena telah terkontaminasi
oleh bakteri
A.
Pseudomanas
cocovenenas
B.
Leuconostoc
mesentroides
C.
Enterobacte aerogenes
D.
Clostridium
botulinum
E.
Pseudomonas
cettleya
3. Perhatiakan
ciri-ciri jamur di bawa ini:
1)
Hifa barsekat
2)
Spora generatif belum ditemukan
3)
Multiselluler
4)
Mikroskopis
Berdasarkan cirri-ciri di atas
,jamur yang dimaksud adalah….
A. Deuteromcotyna
B.
Oomycotyna
C.
Basidiomycotyna
D.
Ascomycotyna
E.
Zygomycotyna
4. Dalam
sistem pengelompokan tumbuhan ada beberapa macam cara
tergantung dari macam Kelompoknya.Kelompok tumbuhan di bawa
ini yang merupakan keanekaragaman tingkat jenis dalam satu genius adalah…..
A.
Aren,kelapa,dan pinang
B.
Lengkuas, jahe,dan kunir
C.
Kacang tanah,kacang panjang,dan kacang hijau
D.
Jeruk bali,jeruk nipis,dan jeruk
E.
Bawang merah,bawang daun,dan bawang putih
5. Pembunuhan
burung-burung pengganggu hasil pertanian ternyata menimbulkan masalah baru bagi
petani,yaitu…..
A.
hilangnya kincauan burung- burungyang merdu
B.
hilangnya pupuk kandang yang bersal dari kotoran burung
C.
naiknya populasi ulat
D.
berkurangnya sumber protein dari gading burung
E.
menurunnya hasil pertanian, karana peyerbukan kurang
6.
Perhatiakn bagan berikut.
10 Perhatiakan gambar berikut
nitrogen berikut!
|
|
|
v
|
|
|
|
|
|
|

I III IV
II
Peroses
nitritasi dan naitratasi secara berturut-turut Terjadi
pada nomor….. A. I dan III
B.
II dan III
C.
II dan V
D.
I dan VI
E.
I dan II
11. Selain mencari lingkungan ,pemakayan pestisida terus
Menerus memberiakan dampak
negatif antara lain…
X,Ydan,Z berturut-turut adalah
….. A. Menurunnya populasi serangga
A. sperma,sel telur,perotalium B. Meningkatnya hasil panen
B. perotalium,sel telur,sprema C. Meluasnya didtribusi serangga
C. perotalium, sprema,sel telur D. Resistansi serangga terhadap pestisida
D. sel telur, sprema, perotalium E. Keanekaragaman serangga menurun
E. sporofit,sel telur,sprema
7. Berikut
merupakan urutan daur hidup 12. Suatu organel sel mempunyai ciri-ciri :
faciola…… 1). Merupakan vesikael yang terbentuk dari badan
A.
Telur- mirasidium- supitair- sprosita- golgi
Redia-
serkaria –hewan ternak 2). Menagndung enzim-enzim hidrotik
B.
Telur- sprosita- supitair- mirasidium 3). Melakukan pencemaran interseluler
Redia-
serakaria-hewan ternak Organel
sel yang memiliki cirri-ciri seperti diatas
C.
Tlur- redia- supitair- sprosita- ialah…
mirasidium hewan ternak A. Lisosom
D.
Telur-redia-supitair- serkaria- B.
Ribosom
sprosita- mirasidium –hewan ternak C. Mitokondria
E.
telur- mirasidium-redia- serkaria
8.
Ditemukan satu organisme denagan cirri-ciri
(1)
tubuh memiliki sisik
(2)
rangka tersusun atas endoskeleteon
(3)
bertulang belakang
(4)
bernapas dengan paru-paru
(5)
tipe reproduksi
ovipar
Didalam klafikasi mahluk
hudup,organisme yang
Memiliki cirri-ciri tersebut
termasukdalam kelas…
A. Chondroictyes
B. Ampihibia
C. Reptilia
D Aves
E. Mamalia
9. Yanag merupakan penentu utama dalam
Pertumbuhan
populasi adalah ……..
A. Mortalitas
dan potensi biotic
B. Sebaran
umum dan natalitas
C. Natalitas
dan denisitas
D. Denisitas
dan potensi biotic
E. Natalitas
dan mortalitas
Subscribe to:
Comments (Atom)



















